suarakuningan.com – Puncak peringatan ke-72 Hari TNI Tahun 2017 kali ini, dilaksanakan secara terpusat dengan menampilkan upacara parade, defile dan demonstrasi atraktif kemampuan para prajurit maupun Alutsista TNI.
Hal ini sebagai bentuk laporan pertanggung-jawaban TNI kepada Presiden selaku Panglima Tertinggi dan seluruh rakyat Indonesia tentang kesiapan Alutsista TNI termasuk yang terbaru dan performa prajurit TNI, sehingga bangsa Indonesia dapat melihat kekuatan TNI secara Iangsung, sebagai komponen utama pertahanan negara.

Kegiatan dihadiri Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH, Kapolres Kuningan AKBP Yuldi Yusman SE Msi, Wakil Bupati Kuningan Dede Sembada, Sekda Kuningan Drs Yosep Setiawan Msi, Kajari Kuningan diwakili Kasi Intel (Wawan Kustiawan, SH.), Ketua MUI Kab Kuningan KH Abdul Azis Anbar Nawawi, Anggota DPRD Kuningan (H Hariri, Hj. Saw Tresna), Drs Momon Rochmana (Mantan Bupati Kuningan), Ketua LVRI Kab Kuningan, Para Ketua LSM se-Kab Kuningan dan undangan.

Pasukan upacara terdiri dari Korsik Satpol PP, anggota Perwira TNI, anggota TNI dari Kodim 0615/Kng, anggota Polri dari Polres Kuningan, anggota PNS Kodim 0615, anggota dari Polhutan Perhutani, anggota Satpol PP, anggota Dishub dan Siswa-Siswi dari Sma serta Pramuka.
Dalam amanatnya, Dandim 0615/Kuningan berharap,”Semoga semua yang ditampilkan dalam rangkaian upacara kaIi ini dapat memberikan gambaran yang utuh tentang pembangunan kekuatan dan profesionalisme Prajurit TNI, sehingga bisa menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan seluruh masyarakat Indonesia terhadap TNI.”

Dandim menambahkan, “Makna yang terkandung di dalam tema tersebut adalah, TNI tumbuh dan berkembang, serta berjuang bersama rakyat. lnilah esensi ciri kesejatian TNI yang tidak boleh pudar di tengah-tengah arus globalisasi, yang terus bergerak secara dinamis. Kesejatian tersebut harus terus ditumbuh kembangkan dan diselaras-serasikan dengan pola pikir kehidupan masyarakat yang semakin modern sehingga kecintaan akan tetap terbangun sebagai modal pokok, karena bersama rakyat TNI kuat dalam menjaga dan melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia.”
“Kekuatan TNI yang bersandar kepada rakyat, merupakan bentuk aplikasi pertahanan semesta yang melibatkan seluruh potensi bangsa untuk turut serta bela negara. Kedekatan dan kebersamaan TNI—Rakyat adalah inti dan pusat kekuatan (centre of gravity) dari Sistem Pertahanan Semesta yang kita anut,” ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan pementasan sosiodrama dengan tema "Serangan Umum Sebelas Maret", pemberian bingkisan kepada veteran dan warakawuri serta hiburan.(red)
0 comments:
Posting Komentar
Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.